Makan (EAT) And Travel

G Suite Hotel (Surabaya)

Hotel G Suites termasuk salah satu hotel terbaru di Surabaya yang terletak di pusat kota Surabaya, yaitu di jalan Raya Gubeng.Posisi hotel ini sangat strategis karena dekat dengan rumah sakit, Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza serta area CBD Surabaya. Hotel ini berbintang 3 tetapi fasilitasnya sudah setara dengan bintang 4 karena adanya tempat fitnes serta kolam renang walaupun berukuran kecil. Harga per malam adalah 400rban untuk junior gallery dengan breakfast. Tetapi kali ini saya menginap dengan menggunakan voucher complimentary karena hendak bersepeda di area tengah kota Surabaya karena tiap hari Minggu terdapat car free day di jalan Raya Darmo. Kamar mid gallery yang akan saya pakai untuk bermalam di hotel G Suites.





Kesan pertama sampai di hotel ini adalah parkir yang sedikit serta lobby yang minimalis.
Parkiran mobil dalam komplek hotel memuat kurang lebih sekitar 15an mobil, sisanya bakalan parkir di luar area hotel alias di pinggir jalan. Untuk lantai satu bersatu dengan lobby resepsionis dan beserta G lounge yaitu restoran hotel dimana makan pagi, siang dan malan disajikan. Proses check in membutuhkan waktu lumayan lama pada saat kedatangan saya sekitar pukul 4 sore karena perlunya dibersihkan ulang kamar saya. Kamar saya terletak di lantai 5 dengan pemandangan rumah sakit siloam.






Ukuran kamar hotel G Suites termasuk kecil karena saya pikir kamar mid gallery adalah kamar terbesar kedua dari 3 jenis kamar. Tidak dapat saya bayangkan ukuran kamar junior gallery yang lebih kecil dari kamar ini. Di lain sisi perlengkapan kamar cukup lengkap yaitu tersedianya TV, wifi, coffee maker, telepon, sandal hotel beserta perlengkapan mandi yang lengkap. Saya segera mencoba ke lantai 11 untuk melihat fasilitas gym dan saunanya.




Gym termasuk berukuran kecil tetapi mempunyai peralatan yang lengkap serta terbaru. Kolam renang hanya berukuran 5x5 meter sehingga dinamakan whirlpool oleh pihak hotel alias kolam berendam. Selain dua fasilitas diatas terdapat 2 ruangan sauna yang menghadap luar. Di lantai ini terdapat juga sekitar 5 meja makan khusus bagi tamu hotel di mana kita dapat bersantai atau makan dengan menelepon pihak restoran G Lounge agar dapat memesan makanan dan minuman karena tidak adanya pihak hotel yang standby. Dari lantai ini pemandangan dan gedung pencakar langit kota Surabaya dapat terlihat dengan jelas.





Hari telah berganti menjadi hari Minggu dan waktu menunjukkan waktunya saya segera turun untuk bersepeda dengan rekan-rekan sepeda saya. Parkiran mobil terlihat penuh sekali di pagi hari yang menunjukkan tingkat okupansi yang tinggi untuk weekend. Kualitas tidur dirasakan cukup walaupun bantal yang disediakan semua hanya tipe keras. Saya termasuk tipe yang menggunakan bantal tipe soft atau lembut sehingga kurang cocok dengan bantal tipe keras. Pada saat saya kembali ke hotel, saya segera ke restoran G Lounge untuk dapat menikmati sarapan pagi yang disediakan oleh hotel.



Sarapan yang disediakan disajikan secara prasmanan dan kebanyakan adalah masakan Indonesia seperti, bubur ayam, nasi uduk, bihun goreng, dori goreng tepung beserta aneka jenis roti, salad dan buah. Pilihan makan termasuk cukup bervariasi serta rasanya lumayan enak. Tidak butuh lama setelah saya mandi untuk segera check out dan kembali ke rumah saya sendiri. Hotel G Suites lumayan menyangkan dengan dilengkapi fasilitas yang memanjakan tamu hotel serta lokasi yang strategis. Harga hotel termasuk tidak mahal dibandingkan hotel yang berlokasi tengah kota yang bisa lebih mahal dua kali lipat.

G Suites Hotel
Raya Gubeng 43, Surabaya
031-5011001
www.gsuiteshotel.com




The Naked Crab (Surabaya)

Restoran di mana-mana selalu menyediakan piring, sendok dan garpu, tetapi ada satu restoran baru di Surabaya Barat yang menyajikan makanan di meja tanpa piring, sendok dan garpu.The Naked Crab alias kepiting telanjang yang menyajikan makanannya dengan metode unik ini yaitu kita diharapkan makan dengan menggunakan tangan saja. Dari namanya kami dapat menebak menu kepiting adalah menu andalan dari restoran ini. Selain kepiting terdapat juga menu lain seperti ikan, cumi, udang dan kerang. Pada saat kedatangan, kami harus menunggu sekitar antrian 10 meja yaitu sekitar 40 menit hingga nama kami akhirnya dipanggil. Kesan pertama adalah tempatnya kecil dan berasap. Apabila duduk di area indoor yang ber AC malah bonus bau amis kepiting. Alas makanan yang dipakai adalah kertas super panjang yang berfungsi sebagai piring sekaligus taplak meja. Sayangnya kualitas kertas yang dipakai seperti kertas daur ulang karena banyak titik hitam khas kertas daur ulang.




Kami segera memesan 3 ekor kepiting dengan pilihan saus naked signature, sweet & sour dan salt & pepper. Selain itu kami juga memesan mix platter. Makanan yang pertama datang adalah kepiting naked sweet & sour rasanya seperti bumbu manis dan asam khas restoran cina walaupun kurang nendang karena tidak adanya cuka dan potongan nanas. Kepitingnya ukurannya kecil-kecil di sini. Tidak bisa memilih sendiri kepitingnya serta mereka hanya bilang 1 ekor sekitar 500 gram. Rasa kepiting lumayan segar tetapi karena berukuran kecil maka dagingnya susah untuk di makan. Makanan kedua yang datang adalah kerang batik saus sweet & sour lagi, pelayannya ternyata salah menaruh orderan meja lain ke meja kami. Karena sistemnya makanan di tuang langsung ke meja maka tidak mungkin pelayan tersebut mengangkat kembali sehingga kerang tersebut di gratiskan. Entah kenapa rasa saus manis dan asamnya lebih kerasa lebih enak di masakan kerang ini. Tetapi sayangnya 10% dari kerang yang disajikan sulit dibuka serta saya menemukan 1 kerang yang isinya full lumpur saja.
Makanan yang ketiga keluar adalah kepiting masak saus naked signature. Saus ini jika dicermati adalah sup clam chowder. Rasanya seperti makan kepiting yang di masak dengan sup clam cowder kalengan begitu saja. Tidak ada yang spesial dalam rasanya tetapi merupakan kombinasi yang unik.
Tidak butuh lama hingga kepiting terakhir keluar yaitu kepiting masak garam dan merica. Hadir dengan penampilan yang kering dan tidak berbumbu saus. Rasanya paling biasa diantara 3 kepiting yang kami pesan. Daging kepiting menjadi kering dan mericanya terlalu banyak sehingga kesegaran daging kepiting tidak dapat dirasakan lagi. Mix platter  berisi kentang goreng, onion ring, calamari ring dan sosis ternyata adalah makanan yang terbaik yang kami makan di sana. Kombinasi aneka gorengan beserta saos yang diberikan sangat cocok.








 Kerang yang berlumpur****

Walaupun penyajian restoran The Naked Crab cukup unik, tetapi kualitas masakan yang perlu ditingkatkan dan kesegeran makanan yang perlu dijaga. Selain itu lebih baik tempat wastafel diperbanyak serta tekanan airnya diperkencang karena antrian untuk cuci tangan cukup panjang karena wastafel yang hanya ada satu saja, Walaupun diskon 30% cukup menghibur.


Mud crab w/ naked signature sauce 25k/100gr (3.5/5)
Mud crab w/ sweet and sour sauce 25k/100gr (3.5/5)
Mud crab w/ salt and pepper sauce 25k/100gr (3/5)
Clams w/ sweet and sour sauce 45k (3.5/5)
Mix platters 65k (4/5)

The Naked Crab
Spazio Area Food Terrace No. 2, Surabaya
17.00-23.00


Depot Ama (Surabaya)


Kota Surabaya merupakan kota perdagangan penting di Indonesia, oleh karena itu terdapat komunitas warga negara asing yang bermukim di kota ini. Mayoritas warga negara asing yang bermukim di Surabaya adalah dari Tiongkok, Jepang, Korea dan Taiwan. Tidak heran maka bermunculan restoran atau depot dengan cita rasa asli dari negara mereka yang di buka oleh orang mereka sendiri. Salah satunya adalah depot Ama yang berlokasi di Ruko Graha Family Surabaya Barat sebelah UFO Electronic. Depot Ama ini mengandalkan masakan tanpa vitzin / MSG, Di saat jam makan siang dan makan malam siap-siap untuk mengantre karena kapasitas tempat duduk Depot Ama yang sangat sedikit, yaitu cuma sekitar 8 meja saja dan jam buka yang sangat singkat.





Selain menjual makanan dan minuman Depot Ama juga menjual kue khas Taiwan seperti kue tart nanas di bagian depan depot. Pada kunjungan ini kami memesan, mie lu rok, pangsit udang kuah, mie polos, sayur, pempek taiwan, nasi ayam dan ayam goreng taiwan. Mie lu rok itu berupa mie polos di campur dengan potongan daging cincang yang di masak dengan saos manis. Rasa mie polosnya sendiri cukup enak serta cukup serasi dipadu dengan potongan daging lu rok. Untuk pangsit udang kuahnya sendiri rasa udangnya sangat terasa serta penyajiannya segar sehingga rasa pangsit terasa manis. Potongan pangsit udang juga termasuk besar. Sayur yang datang berupa cah sawi putih. Simple hanya di cah dengan minyak beserta bawang putih saja. Khusus pempek taiwan seperti makan otak-otak ikan versi gepeng. Rasanya enak karena berbumbu serta sedikit pedas. Untuk nasi ayam hanya berupa nasi beserta suwiran ayam termasuk biasa saja rasanya. Ayam goreng taiwan hadir dengan potongan kecil-kecil serta berbumbu sama dengan pempek taiwan. Saya kurang yakin apabila masakan ayam goreng taiwan serta pempek tidak menggunakan MSG karena bikin ketagihan terus.










Harga makanan yang murah, enak serta pelayanan yang cepat membuat Depot Ama menjadi jujukan banyak orang di saat makan siang dan makan malam. Selain makanan di atas, nasi baikut gorengnya juga banyak yang memesan di saat kunjungan kami ini.



Pangsit Udang Kuah 15k (4.5/5)
Sayur 6k (3/5)
Pempek Taiwan 13.5 (4/5)
Ayam Goreng Taiwan 12k (4/5)
Nasi Ayam 11k (3.5/5)
Mie Polos 6k (4/5)

Depot Ama
Plaza Graha Family C-23, Surabaya
031-60130997
Senin Tutup
Siang: 12.00-14.00
Malam: 17.00-21.00

Yamagoya Ramen (Surabaya)

Tahun 2013 adalah tahun di mana Surabaya mendapatkan demam Ramen. Hampir banyak depot dan restoran baru yang menyajikan hidangan dari negara sakura ini. Salah satunya adalah Yamagoya Ramen yang hadir di Surabaya di Tunjungan Plaza, Supermall pakuwon Indah dan East Coast Center. Top Ten Grup yang membawa masuk waralaba Yamagoya Ramen ke Surabaya. Kali ini kami mengunjungi cabang Yamagoya Ramen yang terletak di Surabaya Timur yaitu East Coast Center.



Pada kunjungan ini kami memesan yamagoya ramen, chicken tantan ramen, chicken karage curry rice dan kimchi. Ternyata porsi ukuran di Yamagoya Ramen tidak terlalu besar di banding pesaingnya seperti Hakkata Ikkousha. Tetapi rasa yang ditawarkan di Yamagoya memang berbeda, kalau di Hakkata rasa kaldu dan lemak babi sangat kerasa di tiap ramen sedangkan di Yamagoya lebih ringan sehingga lebih mudah dinikmatin. Pada saat makanan datang saya mencoba chicken tantan dahulu, rasanya cukup enak dan ringan. Tetapi setelah yamagoya ramen datang saya akui ini termasuk ramen terenak yang saya pernah makan. Sekali mencoba yamagoya ramen, rasa chicken tantan ramen menjadi hambar mungkin karena rasa dan bumbu yamagoya ramen yang lebih enak serta kental.
Untuk chicken karage curry rice rasanya cukup enak, sayangnya chicken karagenya sedikit sekali cuma empat potong ukuran kecil. Sisanya lebih banyak wortel dan kentang. Dengan harga yang ditawarkan dan tanpa adanya promosi diskon sama sekali saya berharap porsi yang datang lebih banyak. Untuk kimchi kami memesan sebagai side dish rasanya cukup enak sangat original sekali seperti kimchi di restoran korea.



 

Walaupun harga yang ditawarkan oleh Yamagoya ramen cukup mahal dan porsi yang tidak terlalu banyak, Ramen yang ditawarkan cukup enak terutama Yamagoya Ramen. Selain itu saya harapkan di kemudian hari lebih banyak promosi diskon kartu kredit karena waktu saya makan di hari minggu jam makan siang outlet East Coast Centre cenderung sepi. Oleh karena itu diperlukan promosi sehingga mengundang lebih banyak minat orang untuk makan di sini.




Yamagoya Ramen 58k (4.5/5)
Chicken Tantan Ramen 56k (4/5)
Chicken Karage Curry Rice 43k (3.5/5)


Yamagoya Ramen
East Coast Center
Pakuwon City Lantai G No.7-8, Surabaya
031-58208677
www.ramenyamagoya.com